"Assalamu'alaikum,Welcome to my blog dear friends"

Pages

Friday, January 4, 2013

Anak-anak Laut

memperebutkan uang kertas
Dalam perjalanan pulang dari Bogor ke Lahat. Melintasi selat Sunda dengan kapal laut. Bisnya naik kapal. Nah, kita penumpangnya turun ke kapal. Dari atas kapal pemandangan laut sangat indah. Subhanallah. Apa yang kita pandang dengan mata pemberian Allah, tidaklah sama dengan yang bisa kita lihat melalui lensa kamera.
Kapal seharusnya sudah lama berangkat, namun belum ada tanda-tanda kapal mau diberangkatkan. Malah ada pengumuman bagi beberapa mobil pribadi yang disebutkan no polisinya harap membawa mobilnya keluar kapal. Karena masa liburan hampir lewat maka kapal penuh sekali. Jadi mungkin saja ada penumpang yang nakal, membawa sesuatu yang tidak diperbolehkan. Karena pengemudi mobil yang dipanggil belum juga muncul maka kapal belum jadi diberangkatkan.
Sembari menunggu, kami melihat ke laut dari atas kapal. Di permukaan laut banyak anak laki-laki yang usianya beragam berenang kesana-kemari memperebutkan sesuatu. Merekalah anak-anak laut. Dari kecil mereka sangat akrab dengan laut, dan di laut jualah mereka mengais rejeki.


anak laut

dua anak laut

anak-anak laut

Para penumpang kapal yang ingin melihat keahlian mereka menyelam melemparkan uang logam 500 atau seribuan ke laut. Mereka adu cepat mendapatkan uang tersebut. Karena uang logam cepat tenggelam maka mereka harus menyelam untuk mengambil uang tersebut.
Apabila uang kertas yang dilemparkan oleh para penumpang, maka mereka beradu cepat berenang meraih uang tersebut yang melayang-layang tertiup angin. Tak jarang mereka saling membenamkan kepala temannya demi menjadi pemenang. Namun hal tersebut tak lantas menjadi biang permusuhan. Mereka terlihat selalu gembira dan bersemangat.
Keahlian renang mereka, sudah terlatih sejak kecil. Mereka mampu mengapung di permukaan selama berjam-jam. Mereka mampu menyelam tanpa menggunakan alat bantu. Mereka mampu melihat uang logam yang tenggelam dengan baik tanpa kacamata renang melindungi matanya. Rambut mereka terlihat pirang, karena terbakar matahari dan asinnya air laut.
Mereka terlihat senang bisa mendapatkan uang dengan keahlian mereka. Mereka tidak mengemis. Tapi mereka membuat suatu pertunjukan dengan keahlian yang mengagumkan sehingga membuat orang merasa senang. Apabila kapal hendak berangkat maka menyingkirlah mererka. Kamu pernah bertemu dengan mereka ? Apa pendapatmu?

No comments:

Post a Comment